
KalselMedia.com, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin secara resmi membuka Latihan Kader (LK) III Advance Training Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Asrama Haji Banjarbaru pada Minggu (31/8/2025).
Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 10 hari. Pada 28-30 Agustus 2025 digelar screening test, sedangkan forum utama LK III dilaksanakan pada 31 Agustus hingga 6 September 2025.
Turut hadir dalam pembukaan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kalsel Kepala Asrama Haji, perwakilan Korem 101/Antasari, perwakilan Polda Kalsel, Kabid PAO PB HMI, Koordinator Presidium KAHMI Kalsel dan jajaran pengurus HMI Badko Kalsel, serta para tamu undangan lainnya.
Ketua Umum HMI Badko Kalsel, Abdi Aswadi menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan LK III merupakan bukti nyata kemampuan kader di daerah.
“HMI dikenal aktif dalam kajian intelektual dan ilmiah. Meski penuh rintangan, Badko Kalsel membuktikan bisa menyelenggarakan LK III. Peserta yang hadir pun telah melalui jenjang LK I dan LK II, kini mereka berada di jenjang pelatihan tertinggi,” ucapnya.
Ia menambahkan, setelah menjadi purna HMI, kader diharapkan mampu melahirkan gagasan yang militan, filosofis, dan bernafaskan Islam.
“HMI siap menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid PAO PB HMI, Sukrin Mukhtar menekankan bahwa perkaderan adalah nafas perjuangan HMI.
“LK III bukan sekadar pelatihan, melainkan kawah candradimuka untuk melahirkan pemimpin. HMI adalah organisasi perjuangan yang harus berperan sebagai kelompok kepentingan sekaligus kelompok penekan demi mewujudkan masyarakat adil dan makmur,” katanya.
Koordinator Presidium KAHMI Kalsel, Prof Dr Ahmadi Hasan menambahkan bahwa keberadaan KAHMI adalah untuk memastikan kader HMI terus berjalan dalam jalur perjuangan.
“Perkaderan adalah air mata perjuangan HMI. Dari sektor swasta hingga pemerintah, kader harus berkontribusi bagi tercapainya tujuan HMI,” ucapnya.
Dalam arahannya, Gubernur H Muhidin menegaskan pentingnya peran HMI sebagai agen perubahan dan penyeimbang.
“LK III bukan hanya forum, tetapi juga tempat mencetak pemimpin. HMI harus menjadi jembatan antara rakyat dan pemerintah, menyampaikan masukan bagi daerah, sekaligus menebar kebermanfaatan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kondisi nasional saat ini yang penuh tantangan.
“Kita melihat maraknya kerusuhan dan penjarahan di beberapa daerah. Semoga segera berakhir dan Indonesia kembali kondusif. Mahasiswa harus hadir sebagai agen perubahan dan penyeimbang,” tambahnya.
Muhidin berharap, melalui LK III, kader HMI dapat melahirkan pemikiran kritis, visioner, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045 dan memanfaatkan momentum bonus demografi. (Athaillah).